SUBTANSI KURIKULUM PENDIDIKAN PRASEKOLAH
Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah (PP 27/1990).
Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau di jalur pendidikan luar sekolah (PP 27/1990). Mengingat pentingnya pendidikan prasekolah, maka diharapkan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat ikut bertanggungjawab akan keberhasilannya sebab selama ini hampir-hampir pemerintah melepas tanggungjawabnya (misalnya jumlah TK negeri di kabupaten yang baru satu atau dua saja, guru-guru TK yang berstatus negeri bisa dihitung dan masih banyaknya tingkat pendidikan guru TK yang belum memiliki kualifikasi pendidik anak TK, dan lain sebagainya)
Terlepas dari realitas tersebut tentunya kita tidak lantas patah semangat untuk mendidik anak-anak bangsa, buah hati dan tunas-tunas intelektual yang sangat kita sayangi. Dan oleh karenanya, dengan maraknya lembaga pendidikan kita yang saat ini gencar-gencarnya menyusun KTSP maka handaknya beberapa lembaga pendidikan prasekolah yang ada ini juga mampu menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (KTSPAUD) yang kapabel. Artinya saat ini kita membutuhkan juga KTSPAUD yang memiliki orientasi pada karakteristik anak usia dini.
Dari pentingnya KTSPAUD tersebut, kiranya kepada para tim penyusun perlu memehami subtansi kurikulum pendidikan anak usia dini atau pendidikan prasekolah itu sendiri. Untuk itulah berikut akan kami sampaikan beberapa subtansi/isi dari kurikulum pendidikan prasekolah yang penting untuk diperhatikan, di antaranya:
1. Dunia anak adalah bermain
Kuriklum diharapkan mampu merujuk pada prilaku individu untuk berfikir dan bertindak imajinatifdan penuh daya hayal melalui kegiatan bermain.
2.Menyentuh segala aspek perkembangan
Kuriklum hendaknya mampu memberi sentuhan empiris sehinga mampu menyentuh aspek fisik, kognitif, emosi, sosial, dan bahasa anak
3.Menghargai perbedaan individu
Kurikulum hendaknya mampu memberi inspirasi pada pengembangan sikap anak untuk senantiasa menghargai perbedaan individu.
4.Mengembangkan harga diri
Kurikulum hendaknya mampu mengembangkan harga diri anak dengan senantiasa merujuk pada kekurangan sekaligus kelebihannya.
5.Non diskrimatif (ras, agama, suku, gender)
Kurikulum hendaknya memberikan ruang yang sama sehingga anak akan mendapatkan peluang yang luas dalam mengembangkan kegiatan bermainnya.
6.Melibatkan lingkungan tumbuh anak
Kuriklum hendaknya memberikan porsi baik orang tua, keluarga, maupun masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pendidikan maupun tumbuh kembang anak
7.Bebas tanpa paksaan
Kurikulum hendaknya mampu merangsang anak untuk berani mengekspresikan dirinya secara bebas tanpa tekanan baik dari pihak guru maupun orang tua sehingga anak akan menjadi kreatif.
8.Aman dan melindungi
Kurikulum hendaknya mampu memberikan alternative tindakan pada anak sehingga akan merasa bebas dan tidak takut untuk mengebangkan kreativitasnya.
Dengan memperhatikan beberapa subtansi/isi kuriklum tersebut diharapkan akan tercipta suatu KTSPAUD yang benar-benar terciri keunikan dunia anak namun tetap mampu mengembangkan potensi anak didik kita. Amien.
Selengkapnya...
SUBTANSI KURIKULUM PENDIDIKAN PRASEKOLAH
Posted in | 0 Comments
ISTILAH-ISTILAH INTERNET
Posted in | 0 Comments
Mungkin anda perlu mengetahui istilah-istilah dalam internet? Tulisan ini kiranya dapat anda gunakan untuk memahami internet, ya...walaupun hanya sedikit. Tulisan ini setidaknya bisa digunakan untuk anak-anaku siswa SMP di Kabupaten Ngawi
ISTILAH-ISTILAH INTERNET
1. Browsing adalah menelusur secara langsung buku tertentu pada kumpulan buku-buku yang dijajarkan di rak. Untuk dapat melakukan kegiatan ini dengan tepat dan cepat, pengguna harus memahami terlebih dahulu sistematika penyusunan koleksi perpustakaa
2. chatting adalah suatu fasilitas dalam Internet untuk berkomunikasi sesama pemakai Internet yang sedang on-line. Komunikasi dapat berupa teks atau suara (chatting voice).
3. Teleconference adalah pertemuan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dilakukan melewati telefon atau koneksi jaringan. Pertemuan tersebut hanya dapat menggunakan suara (audio conference) atau menggunakan video (video conference) yang memungkinkan peserta konferensi saling melihat. Dalam konferensi juga dimungkinkan menggunakan whiteboard yang sama dan setiap peserta mempunyai kontrol terhadapnya, juga berbagi aplikasi. Produk yang mendukung teleconference pertama melalui internet adalah NetMeeting yang dikeluarkan oleh Microsoft.
4. Download adalah transfer data melalui jalur komunikasi digital dari sistem yang lebih besar atau pu sat (host atau server) ke sistem yang lebih kecil (client). kebalikan dari download adalah upload.
5. Spam merujuk kepada praktek pengiriman pesan komersial atau iklan kepada sejumlah besar news group atau email yang sebetulnya tidak berkeinginan atau tidak tertarik menerima pesan tersebut.
6. Mailing List adalah Fasilitas E-mail Internet ,dimana pemakai dafat mendaftarkan diri ke suatu daftar pengiriman E-mail untuk suatu topik tertentu,sehingga pemakai akan secara otomatis mendapatkan kiriman E-mail setiap anggota Mailing_List Manager,.
7. VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah nama lain internet telephony. Lihat internet telephony.
8. E-coomerce (electronic commerce) adalah bisnis yang transaksinya dilakukan dengan bantuan jaringan komputer secara online. Transaksi tersebut adalah penjual dan pembelian barang dan jasa serta pembayaran yang dilakukan melewati komunikasi digital. Teknologi yang digunakan antara lain adalah Internet dan electronic data interchange (EDI).
9. E-mail (electronic mail) adalah pesan elektronik yang dikirim dari komputer seorang pengguna ke komputer lainnya. E-mail dapat dikirimkan melalui local area network (LAN) atau Internet. Kalau dahulu, data yang dikirim hanya berupa teks, sekarang dengan e-mail dapat berisi gambar, suara, dan bahkan klip video.
10.Browser adalah singkatan untuk istilah Web Browser. Browser adalah sebuah program yang digunakan untuk mengakses World Wide Web (atau internet), dan fasilitas lainnya. Saat ini terdapat sejumlah browser yang populer, seperti Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, dan Mozilla
11.ASP (Active Server Pages) adalah spesifikasi untuk membuat halaman Web dinamis menggunakan ActiveX script. Sewaktu browser membuka halaman ASP, server Web membuat halaman dengan kode HTML dan mengirimkannya kepada browser.
12. FTP (file transfer protocol) adalah protokol Internet yang digunakan untuk menyalin file antarkomputer.
Berikut ini beberapa istilah tersebut beserta artinya
•ADSL - Asymetric Digital Subscriber Line.Sebuah tipe DSL dimana upstream dan downstream berjalan pada kecepatan yang berbeda
•Anonymous FTP -Situs FTP yang dapat diakses tanpa harus memiliki Login tertentu
•Bandwidth : Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network.
•Banner :adalah media informasi dalam bentuk image / gambar untuk menayangkan iklan bergambar pada sebuah webpage.
•CGI/Perl :bahasa komputer yang digunakan untuk membuat program interaktif di dalam sebuah webpage. Dikembangkan oleh pemakai komputer UNIX/LINUX.
•Chat :adalah sebuah program yang diterapkan dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet) yang digunakan oleh user untuk mengirim dan menerima pesan dalam bentuk tulisan (ketik) secara realtime (idealnya tidak ada waktu tunggu).
•Chatting :istilah khusus yang digunakan untuk melakukan interaksi di program chat.
•Client :adalah sebuah komputer yang bertugas menerima data dan informasi yang telah diolah oleh Server yang diperlukan oleh user. Client biasanya di kendalikan / digunakan oleh seorang user.
•Dial-Up :adalah jenis koneksi internet dengan menggunakan jaringan telpon.
•Dial-Up Networking :adalah fasilitas network yang dimiliki oleh sistem operasi Microsoft Windows yang dapat digunakan untuk melakukan koneksi Dial-Up, yaitu koneksi jaringan, baik jaringan komputer atau internet, dengan menggunakan fasilitas jaringan telpon.
•DNS - Domain Name Service.Merupakan layanan di internet untuk jaringan yang menggunakan Tcp/IP. Layanan ini digunakan untuk mengidentifikasi sebuah komputer dengan nama bukan dengan menggunakan alamat IP (IP Adress)adalah nama khusus dan unik yang digunakan untuk penamaan situs web pada internet.
•Download :adalah proses pengambilan atau transfer file dari sebuah situs web internet ke media penyimpanan yang terdapat di komputer Client yang dipakai oleh user.
•E-Commerce :Electronic Commerce adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan perdagangan atau transaksi perbankan elektronis di internet, baik Business to Business E-Commerce maupun Business to Costumer E-Commerce.
•E-mail :atau elektronic mail atau surat elektronik adalah sebuah program yang diterapkan dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet) yang digunakan oleh user untuk mengirimkan pesan dalam bentuk tulisan (ketik) atau gambar kepada user lain di dalam atau di luar jaringan komputer tersebut. User dapat pula menerima (receive e-mail), membalas (reply e-mail), dan meneruskan (forward e-mail) kepada user lain
•FAQ Frequently Asked Questions. Iaitu kumpulan pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya.
•Firewall Aplikasi pengaman komputer dari aktivitas hacking
•finger Protocol untuk mengetahui informasi seorang user di sebuah komputer.
•flame Amukan seseorang terhadap orang lain melalui Internet. Flame biasanya dilontarkan terhadap orang yang melanggar kesopanan.
•FreewareAplikasi yang dapat didownload dan digunakan secara gratis.
•freenet :Suatu sistem on-line yang gratis
•FTP :file transfer protocol adalah protokol (antarmuka) yang digunakan untuk men-transfer, mengirim atau menerima file dari internet.
•Googling: Melakukan Pencarian dengan mesin Pencari Google
•Hacker :adalah seorang yang ahli dalam bidang komputer, internet pada khususnya, dimana dengan keahliannya tersebut dapat menembus, merusak, serta melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dalam suatu jaringan komputer (termasuk internet). Misalnya merusak website yang ada, merusak program yang telah di buat oleh webmaster, atau administrator.
•Homepage :adalah halaman muka atau halaman utama yang ditampilkan dari sebuah website di internet, jika user memasuki alamat site tersebut pada webbrowser.
•HTML :Hyper Text Markup Language, adalah bahasa komputer yang digunakan untuk membuat sebuah halaman webpage.
•Http:// http atau Hyper Text Transfer Protocol adalah kode yang dituliskan pada awal site, untuk menjelaskan pada program webbrowser bahwa protokol (antarmuka) yang digunakan adalah http
•Internet Explorer :program komputer yang digunakan untuk dapat menampilkan halaman-halaman yang ada pada sebuah website di internet, yang dibuat oleh Microsoft Corp.
•Internet-TV : adalah sebuah TV yang dimodifikasi untuk dapat digunakan sebagai media / alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui internet.
•Intranet : sumber daya informasi yang digunakan untuk kepentingan internal dari suatu instansi atau perusahaan dengan menggunakan jaringan komputer yang ada.
•ISP : Internet Service Provider, adalah lembaga/instansi/perusahaan yang menyediakan jasa pelayanan penyedia jaringan internet.
•Login : otorisasi yang dilakukan oleh seorang user dengan memasukkan username dan password di dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).
•Logoff :tidak melanjutkan kembali atau keluar dari sebuah sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).
•Lycos : adalah search engine di internet yang dapat digunakan oleh user untuk mencari. http://www.lycos.com
•MalwareKepanjangan dari Malicious Software. Program yang biasanya digunakan untuk mencari kelemahan suatu software dan biasanya merusak software dalam komputer anda.
•Modem : adalah alat komunikasi tambahan yang digunakan oleh komputer / notebook agar bisa melakukan koneksi dengan jaringan komputer lain, internet misalnya
•Netscape Navigator : program komputer yang digunakan untuk dapat menampilkan halaman-halaman yang ada pada sebuah website di internet, yang dibuat oleh Netscape Corp.Password : kode rahasia yang digunakan oleh user untuk dapat mengotorisasikan username yang dia miliki untuk dapat semasuki sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).
•PhisingTindakan kejahatan di internet yang memperdaya korbannya dengan membuat suatu situs mirip dengan aslinya untuk mendapatkan data pribadi korban.
•Plugin : adalah program khusus yang dapat di tambahkan pada program webbrowser dimana dapat membantu webbrowser untuk dapat menampilkan animasi, program interaksi, 3D object, tertentu dengan baik.
•Script : adalah kumpulan perintah yang disusun dalam bahasa komputer tertentu (Java, VisualBasic, CGI/Perl) untuk melakukan sebuah program interaktif atau animasi dalam sebuah webpage.
•Search Engine : adalah sebuah program di internet (website tertentu) yang digunakan untuk mencari informasi tertentu yang di perlukan oleh user. Misal : Yahoo, Lycos, Altavista, Excite dan lainnya.
•Server : adalah sebuah komputer yang bertugas melayani pembagian serta pengolahan informasi yang diperlukan oleh Client. Server biasanya di kendalikan oleh seorang admin.
•SpamPesan berupa e-mail masal yang tidak qta inginkan, bisa berup pesan tak berarti atau iklan yang kurang bermanfaat dari pihak yang tidak dikenal.
•Spammer Orang yang mengirim junk mail atau spam
•SpoofingMerupakan sebuah teknik serangan melalui authentifikasi suatu sistem ke sistem lainnya dengan menggunakan paket-paket tertentu. Biasanya spoofing dilakukan dengan cara membuat situs web tiruan berdasarkan sebuah web.Upload : adalah proses pengiriman atau transfer file dari media penyimpanan yang terdapat di komputer Client yang dipakai oleh user ke sebuah situs web di internet.
•SpywareProgram yang dirancang untuk mengintip isi komputer dan aktivitas seseorang saat berkomputer, dan hasil dari intipan akan dikirim kepada pihak yang mengontrol program tersebut. Program ini juga bisa mengintip isi PC yang dimasukinya.
•User : pemakai atau pengguna dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).
•Virus : adalah program tersembunyi yang dapat ‘menebeng’ atau ‘membonceng’ pada program lain yang terdapat pada internet, atau pada surat elektronik, yang sangat merugikan user dan admin, dimana program tersebut dapat merusak program lain yang dimiliki oleh user di komputernya, dan juga dapat merusak program interaksi yang terdapat pada situs web yang sedang di maintain oleh admin.
•VisualBasic : bahasa komputer yang digunakan untuk membuat program interaktif di dalam sebuah webpage. Dikembangkan oleh perusahaan Microsoft Corp.
•Voice-mail : sama seperti halnya dengan e-mail akan tetapi yang dikirimkan bukan berupa teks, melainkan berupa suara.
•WAP : Wireless Application Protocol, adalah fasilitas pada handphone yang dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu yang terhubung dengan internet. Dengan WAP kita dapat menggunakan internet tidak saja untuk menerima dan mengirim handphone, bahkan untuk kalender, jadwal, serta gambar.
•Web browser : program komputer yang digunakan untuk menampilkan webpage. Contoh web browser : netscape navigator, internet explorer, dan lain-lain.
•Webmaster : seorang yang bertanggungjawab untuk membuat dan memelihara situs web yang bersangkutan.
•Web page : adalah halaman yang dapat ditampilkan di sebuah website di internet, yang dapat menampilkan, teks, gambar, bahkan suara, animasi dan video.
•Website : adalah sebuah kumpulan halaman (webpages) yang di awali dengan halaman muka (homepage) yang berisikan informasi, iklan, serta program interaksi.
•www : world wide web adalah istilah yang digunakan dalam internet untuk awal
Selengkapnya...
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan melalui Penerapan Strategi Inkuiri pada Siswa Kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi semester 2 Tahun Pelajaran 2007/2008
Penerapan Metode Investigasi Kelompok Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa Kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester Genap Tahun Pelajaran 2006/2007
Hubungan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Olah Raga pada Siswa Kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester 1 tahun pelajaran 2008/2009
Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Penerapan Penilaian Otentik Dengan Strategi FIKIR Pada Kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2006/2007
Efektivitas Penggunaan Metode Role Playing Pada Pembelajaran IPA pada siswa kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2007/2008
Mengatasi Emosional Sensitif Siswa Melalui Pembimbingan Secara Intesif pada Siswa Kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi semester 2 Tahun pelajaran 2006/2007
Peningkatan Prestasi Belajar matematika pada Materi Perkalian dan Pembagian melalui Metode Snowball Trowing siswa kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester 2 Tahun Pelajaran 2007/2008
Efektifitas Pendekatan Pemecahan Masalah melalui Tugas Terstruktur terhadap Prestasi Belajar Matematika di Kelas III SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi semester 1 Tahun pelajaran 2006/2007
Efektifitas Strategi Pembelajaran Kooperatif Model Make-a match atau mencari pasangan dalam Meningkatkan prestasi belajar pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi III Semester I tahun pelajaran 2007/2008
Pengaruh Kemampuan Micara dengan Kemampuan Nulis Lapuran pada Siswa Kelas V SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester Ganjil tahun pelajaran 2008/2009
Meningkatkan Kemampuan Nulis Karangan Argumentasi melalui Media Gambar Seri pada Siswa Kelas V SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester Genap tahun Pelajaran 2008/2009
Meningkatkan Prestasi Belajar Nulis Layang Kiriman melalui Teknik Modeling pada Siswa Kelas V SD Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester 2 Tahun Pelajaran 2007/2008
Efektifitas Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Stad Dalam Meningkatkan Kemampuan Micara Pada Siswa Kelas V Sd Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester 2 Tahun 2006/2007
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Dan Kemampuan Memahami Teks “Wacan Crita Wayang” Melalui Media Gambar Wayang Pada Siswa Kelas V Sd Negeri Karangtegah 4 Ngawi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2007/2008
Selengkapnya...
METODE PEMBELAJARAN INOVATIF
Posted in | 6 Comments
Model-Model Pembelajaran
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.
Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi.
Koperatif (CL, Cooperative Learning).
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siawa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada kontrol dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.
Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.
Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif - nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi.
Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara).
Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)
Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengembangan matakognisi).
Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal dalam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-interkoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).
Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning)
Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).
Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal.
Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri
Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum dikenal cara penyelesaiannya. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan, atau algoritma). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi kriteria di atas, siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau aturan yang disajikan, siswa mengidentifkasi, mengeksplorasi,menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi.
Problem Posing
Problem posing yaitu pemecahan masalah dengan melalui elaborasi, yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Sintaknya adalah: pemahaman, jalan keluar, identifikasi kekeliruan, menimalisasi tulisan-hitungan, cari alternative, menyusun soal-pertanyaan.
Problem Terbuka (OE, Open Ended)
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntun unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjutynya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Dengan demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.
Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, kaitkan dengan materi selanjutnya, siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri).
Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran, perhatikan dan catat respon siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat kesimpulan.
Probing-prompting
Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan sikap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa mengkonstruksi konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.
Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mengurangi kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi
Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)
Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus, mulai dari eksplorasi (deskripsi), kemudian eksplanasi (empiric), dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan prasyarat, eksplanasi berarti mengenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda.
Reciprocal Learning
Weinstein & Meyer (199 mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya, representasi, hipotesis.
Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan LKSD-modul, membaca-merangkum.
SAVI
Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melalui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.
TGT (Teams Games Tournament)
Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskusi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas.
Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut:
Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan
Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.
Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium.
Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.
Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual.
VAK (Visualization, Auditory, Kinestetic)
Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas, dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih, mengembangkannya. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI, dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic.
AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition)
Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK, bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis.
TAI (Team Assisted Individualy)
Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (Bidak) dengan karateristik bahwa (Driver, 1980) tanggung jawab belajar adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi.
Sintaksi Bidak menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul, (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual, saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi, (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.
STAD (Student Teams Achievement Division)
STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif, sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward.
NHT (Numbered Head Together)
NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.
Jigsaw
Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. Pengarahan, informasi bahan ajar, buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu, tiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi, kembali ke kelompok asal, pelaksana tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
TPS (Think Pairs Share)
Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal, berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs), presentasi kelompok (share), kuis individual, buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.
GI (Group Investigation)
Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan, buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas, rencanakan pelaksanaan investigasi, tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas, misal mengukur tinggi pohon, mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah, jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah, banyak guru dan staf sekolah), pengoalahn data penyajian data hasi investigasi, presentasi, kuis individual, buat skor perkem\angan siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.
MEA (Means-Ends Analysis)
Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic, elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana, identifikasi perbedaan, susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas, pilih strategi solusi
CPS (Creative Problem Solving)
Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan, identifikasi permasalahan dan fokus-pilih, mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi, presentasi dan diskusi.
TTW (Think Talk Write)
Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi, dan alternative solusi), hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian buat laopran hasil presentasi. Sinatknya adalah: informasi, kelompok (membaca-mencatatat-menandai), presentasi, diskusi, melaporkan.
TS-TS (Two Stay – Two Stray)
Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. Sintaknya adalah kerja kelompok, dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain, kerja kelompok, kembali ke kelompok asal, kerja kelompok, laporan kelompok.
CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending)
Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep, (0) organisasi ide untuk memahami materi, (R) memikirkan kembali, mendalami, dan menggali, (E) mengembangkan, memperluas, menggunakan, dan menemukan.
SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)
Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa, yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat, dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci, Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana, darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar), Read dengan membaca teks dan cari jawabanya, Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (catat-bahas bersama), dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh
SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review)
SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect, yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.
MID (Meaningful Instructionnal Design)
Model ini adalah pembnelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman, analisi pengalaman, dan konsep-ide; (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar; (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep
KUASAI
Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini, Kerangka pikir untuk sukses, Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar, Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai), Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya, Ajukan pengujian pemahaman, dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar.
CRI (Certainly of Response Index)
CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer, 1 untuk amost guest, 2 untuk not sure, 3 untuk sure, 4 untuk almost certain, dn 5 untuk certain.
DLPS (Double Loop Problem Solving)
DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut.
Sintaknya adalah: identifkasi, deteksi kausal, solusi tentative, pertimbangan solusi, analisis kausal, deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang terpilih. Langkah penyelesai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal, mengelompokkan gejala, menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi, mengidentifikasui kausal, imoplementasi solusi, identifikasi kausal utama, menemukan pilihan solusi utama, dan implementasi solusi utama.
DMR (Diskursus Multy Reprecentacy)
DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan, dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sintaksnya adalah: persiapan, pendahuluan, pengembangan, penerapan, dan penutup.
CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)
Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang, guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar, siswa bekerja sama (membaca bergantian, menemukan kata kunci, memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, presentasi hasil kelompok, refleksi.
IOC (Inside Outside Circle)
IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Sintaksnya adalah: Separuh dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkaran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya
Tari Bambu
Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama, siswa yang berhadapan berbagi pengalaman dan pengetahuan, siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya pada jajarannya, dan kembali berbagai informasi.
Artikulasi
Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi, sajian materi, bentuk kelompok berpasangan sebangku, salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian, presentasi di depan hasil diskusinya, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan.
Debate
Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan, siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok, sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian, guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya bila perlu.
Role Playing
Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario tersebut, pembentukan kelompok siswa, penyampaian kompetensi, menunjuk siswa untuk melakonkan skenario yang telah dipelajarinya, kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan dan refleksi.
Talking Stick
Sintak pembelajan ini adalah: guru menyiapkan tongkat, sajian materi pokok, siswa mebaca materi lengkap pada wacana, guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru, tongkat diberikan kepada siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya, guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi.
Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum, membentuk kelompok, pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok, bekerja kelompok, tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain, kelompok lain menjawab secara bergantian, penyuimpulan, refleksi dan evaluasi
Student Facilitator and Explaining
Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian materi, siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya, kesimpulan dan evaluasi, refleksi.
Course Review Horay
Langkah-langkahnya: informasi kompetensi, sajian materi, tanya jawab untuk pemantapan, siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya, pemberian reward, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Demonstration
Pembelajaran ini khusus untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. Langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian gambaran umum materi bahan ajar, membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok, menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya, dikusi kelas, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Explicit Instruction
Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan balikan, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Scramble
Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar, buat kartu jawaban dengan diacak nomornya, sajikan materi, membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban, siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.
Pair Checks
Siswa berkelompok berpasangan sebangku, salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan, pengecekan kebenaran jawaban, bertukar peran, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Make-A Match
Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpukanl lagi dan dikocok, untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
Mind Mapping
Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn, presentasi hasuil diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.
Examples Non Examples
Persiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajikan gambar ditempel atau pakai OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, valuasi dan refleksi.
Picture and Picture
Sajian informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.
Cooperative Script
Buat kelompok berpasangan sebangku, bagikan wacana materi bahan ajar, siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman, sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi, bertukar peran, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.
LAPS-Heuristik
Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bersifat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya, adakah alternative, apakah bermanfaat, apakah solusinya, dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Sintaks: pemahaman masalah, rencana, solusi, dan pengecekan.
Improve
Improve singkatan dari Introducing new concept, Metakognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulty, Obtaining mastery, Verivication, Enrichment. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep, siswa latihan dan bertanya, balikan-perbaikan-pengayaan-interaksi.
Generatif
Generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi, pengungkapan ide-konsep awal, tantangan dan restruturisasi sajian konsep, aplikasi, ranguman, evaluasi, dan refleksi
Circuit Learning
Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus, siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus, Tanya jawab dan refleksi
Complete Sentence
Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: siapkan blanko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap, sampaikan kompetensi, siswa ditugaskan membaca wacana, guru membentuk kelompok, LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap, siswa berkelompok melengkapi, presentasi.
Concept Sentence
Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tiap kelompok membeuat kalimat berdasarkan kata kunci, presentasi.
Time Token
Model ini digunakan untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit), siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon, setelah selesai kupon dikembalikan.
Take and Give
Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks, siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa - bahan belajar - dan nama yang diberi, informasikan kompetensi, sajian materi, pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu, dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian, evaluasi dan refleksi
Super item
Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks, berupa pemecahan masalah. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi, berikan latihan soal bertingkat, berikan sal tes bentuk super item, yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi, integrasi, dan hipotesis.
Hibrid
Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori, koperatif-inkuiri-solusi-workshop, virtual workshop menggunakan computer-internet.
Treffinger
Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan, penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill, proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya, kelompok-kerjasama, kebebasan-terbuka, reward.
Kumon
Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep, ketrampilan, kerja individual, dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. Sintaksnya adalah: sajian konsep, latihan, tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai, jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi, lima kali salah guru membimbing.
Quantum
Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna, semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami, tiap usaha siswa diberi reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak, alami-dengan dunia realitas siswa, namai-buat generalisasi sampai konsep, demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman, dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.
Selengkapnya...
Judul PTK
Posted in | 1 Comments
1.KEEFEKTIFAN STRATEGI INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI
PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009
2.PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS ARGUMENTASI MELALUI PENERAPAN METODE KOOPERATIF
MODEL GROUP INVESTIGATION PADA KELAS VII SMP AL ISLAM PARON TAHUN PELAJARAN 2008/2009
3.PENERAPAN STRATEGI TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SINE TAHUN PELAJARAN 2008/2009
4.PENERAPAN TEKNIK GERAK MATA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT PADA SISWA KELAS VII-H SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 2 NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009
5.PENINGKATAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROSES DAN MEDIA GAMBAR DI KELAS II SD NEGERI KAWU I KEDUNGGALAR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2008/2009
6. PENGARUH KEMAMPUAN BERBICARA
TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS VI SEMESTER GENAP
DI SD NEGERI KERSIKAN 2 GENENG SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2008/2009
7. KARAKTER TOKOH SENTRAL NOVEL AYAT-AYAT CINTA (AAC) KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
TERSEDIA PTK UNTUK SD/SMP/SMK/SMA:
1, PTK BAHASAIDNDONESIA
2, PTK MATEMATIKA
3, PTK PPKN
4, PTK BAHASA INGGRIS
5, PTK BAHASA JAWA
6. PTK IPS,PTK EKONOMI,PTK GEOGRAFI,PTK SEJARAH
7, PTK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
8. PTK OLAHRAGA/PENJASKES
9, PTK IPA; PTK FISIKA, PTK BIOLOGI
10 PTK TIK
11 PTK TATA BOGA
12 PTT KESENIAN
Selengkapnya...
DESAINS PEMBELAJARAN
Posted in | 0 Comments
MEN-DESAINS PEMBELAJARAN
PADA PEKAN EFEKTIF FAKULTATIF
Oleh : Sukir, S.Pd, M.Pd.
(Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Bringin Ngawi)
Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (az-Zumar 39: 9).
Pengantar
Fakultatif berarti tidak diwajibkan atau bersifat pilihan (KUBI, 1989:239) Pekan efektif fakultatif berarti pekan yang bersifat pilihan antara efektif dan tidak efektif (dalam pembelajaran). Memang, kalender pendidikan kita mengenal adanya istilah pekan efektif fakultatif dan kebetulan selalu ditempatkan pada saat datangnya bulan Ramadhan. Pekan efektif fakultatif dapat diterjemahkan menjadi dua persepsi, pertama bahwa pekan efektif fakultatif memungkinkan seorang guru memilih untuk tidak efektif dalam pembelajaran, kedua, bahwa pekan efektif fakultatif memungkinkan seorang guru memilih untuk tetap efektif dalam pembelajaran.
Namun demikian, kalau kita melihat ayat yang penulis nukilkan di atas (az-Zumar 39: 9), tentu dalam pekan efektif fakultatif tersebut, guru tetap memilih pekan efektif fakultatif sebagai pekan pembelajaran yang tetap bermakna bagi siswa. Kebermaknaan pembelajaran dalam hal ini terindikasi dari (1) tersampainya materi pelajaran, (2) bertambahnya wawasan tentang materi lain (terkait nilai religius) yang selama ini hanya tersampaikan secara implisit dalam mata pelajaran, (3) kondisi siswa yang tetap melaksanakan ibadah puasa, dan (4) bernilainya kegiatan mengajar (bagi guru) sebagai ibadah. Dan untuk itulah kiranya perlu seorang guru men-desains pembelajaran secara efektif pada pekan efektif fakultatif sehingga bisa bermakna ibadah.
Orientasi Pembelajaran
Bulan Ramadhan memang hanya satu kali dalam satu tahun. Dan tentu sebagai orang muslim bulan Ramadhan adalah bulan penantian di mana banyak nilai yang bisa dipetik dari dalamnya, yang kesumuanya berharap agar apa yang dilakukan masuk dalam bingkai ibadah dan bernilai ibadah. Oleh karena itulah tidak hanya diperlukan niat saja (agar semua prilaku bernilai ibadah) akan tetapi dalam prakteknya pun dituntut agar menjadi ibadah. Mengajar bagi seorang guru memang rutinitas karena memang itu pekerjaan utama akan tetapi jika bisa diniatkan untuk ibadah. Sebenarnya bukan hanya pada bulan Ramadhan saja pekerjaan itu akan bernilai ibadah melainkan di luar Ramadhan pun juga akan bernilai ibadah jika niatkan untuk ibadah. Pendek kata ‘segala sesuatu tergantung pada niatnya’.
Dari dasar tersebut, maka tidak ada alasan untuk menjadikan pekan dalam bulan Ramadhan sebagai pekan yang tidak efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Artinya, justru bulan Ramadhan inilah bulan untuk memulai meniatkan kegiatan mengajar itu sebagai bentuk ibadah (meskipun sebenarnya niat ibadah itu bisa dilakukan setiap saat) paling tidak bulan inilah mementum yang paling tepat.
Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengemas materi pelajaran itu sehingga sesuai dengan kondisi siswa yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Bagi sebagian guru tentu ini tidak menjadi masalah namun pada sebagian yang lain hal ini membuat guru menjadi bingung. Sebab, Pengelolaan pembelajaran hendaknya bertolak dari butir-butir pembelajaran (Buku:III-C2, dalam Hariyanto 2006:10). Terus kalau demikian apa yang bisa dilakukan?. Bukankan hal itu jutru akan menyulitkan siswa, padahal target penguasaan materi di batasi oleh waktu?
Sebenarnya, upaya pengintegrasian nilai budi pekerti dan pengintegrasian nilai Imtaq dalam mata pelajaran selama ini telah disuarakan dan tentunya bulan Ramadhan inilah saat yang tepat untuk mengiplementasikanya. Dengan kata lain orientasi mata pelajaran dalam bahasan ini tetap mengacu pada kompetensi yang akan di ajarkan, hanya saja perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai budi pekerti dan nilai-nilai Imtaq dalam mata pelajaran.
Desains Pembelajaran
Semua mata pelajaran bisa mengintegrasikan nilai-nilai budi pekerti maupun nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan. Hal tersebut sangat tergantung pada kemampuan guru bidang studi masing-masing.Untuk melakukan pembelajaran yang terintegrasi diperlukan langkah-langkah yang tepat dan sesuai dengan karakteristik materi yang akan diajarkan. Artinya, dalam hal ini seorang guru perlu mengelola pembelajaran secara tepat dan cermat. Adapun langkah-langkahnya pembelajaran di antaranya:
1. Memilih atau menetapkan tujuan pembelajaran
Langkah pertama dalam upaya mengintegrasikan nilai imtaq dalam mata pelajaran adalah memilih atau menetapkan tujuan pembelajaran. Artinya, apa sebenarnya tujuan yang hendak kita capai dalam pembelajaran tersebut, misalnya anak mampu memahami ayat tertentu dari Al Quran, mampu meneladani prilaku Rasullullah atau kajian ilmu yang mendasar pada Al Quran dan sebagainya. Tentunya seorang guru menguasahi satu di antara sekian banyak nilai yang ada dalam agama. Dan penetapan tujuan ini penting karena tanpa tujuan yang tepat maka kita tidak akan tahu kemana akan melangkah
2. Menetapkan aspek pembelajaran yang akan diajarkan
Setelah memiliki tujuan maka langkah berikutnya adalah menetukan aspek pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini semua pelajaran memiliki aspek-aspek pembelajaran yang berbeda satu dengan lain. Seperti contoh kalau dalam pembelajaran bahasa Indonesia kita mengenal aspek berbicara, mendengarkan, membaca, menulis dan sastra. Ketepatan penetapan aspek ini sangat penting mengingat tidak semua nilai imtaq itu bisa diintegrasikan pada semua aspek pembelajaran.
3. Menentukan SK dan KD yang akan diajarkan
Agar sasaran pembelajaran tidak terlepas dari kurikulum maka seorang guru tetap harus perpedoman pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada. Artinya, kita tidak boleh sembarangan menetapkan SK dan KD untuk menginegrasikan nilai imtaq yang kita pilih. Hal ini bertujuan agar pembelajaran tetap berorientasi pada kurikulum yang berlaku.
4. Menetukan materi pembelajaran yang akan diajarkan.
Sebagaimana di sampaikan di atas bahwa tidak semua materi pembelajaran itu disisipi nilai imtaq. Oleh karena itu diperlukan kemmpuan guru di dalam memilih materi yang tepat dan sesuai dengan SK dan KD yang telah ditetapkan. Sebagai contoh dalam pembelajaran bahasa Indonesia, pada materi tokoh idola, selama ini anak-anak tergiring pada paradigma berpikir bahwa tokoh idola itu selalu yang ada di sekitar siswa misalnya negarawan, seniman atau tokoh lain yang belum tentu memiliki karakteristik ketokohan yang universal. Bukankan kita bisa mengambil tokoh Rasulullah atau sahabat nabi yang jelas-jelas ucapan dan prilakunya bisa dijadikan tuntunan atau uswatun hasanah. Hal ini sebagaimana dalam Al Quran Surat Al Ahzab ayat 21 seperti berikut.
………...
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu………...”
Oleh karenanya sebagai guru dituntut benar-benar mampu menentu-kan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, aspek pembelajaran, SK dan KD yang akan diajarkan. Dan tentunya setiap mata pelajaran memiliki karakteristik yang berbeda.
5. Menyusun Skenerio Pembelajaran
Skenerio pembelajaran atau rencana rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan merupakan rancangan kegiatan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, langkah pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Langkah pembelajaran setidaknya memuat kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Dengan dasar itulah maka penyusunan skenerio pembelajaran ini menjadi bagian yang sangat penting karena kegiatan pembelajaran akan berlangsung sesuai dengan skenerio yang dibuat (tak perlu dikomentari pun semua guru memahami).
Namun demikian, mengingat desain pembelajaran ini dikhususkan pada kegiatan pekan efektif fakultatif maka yang perlu diperhatikan adalah (1) kondisi siswa sedang berpuasa sehingga diharapkan pembelajaran tidak memerlukan energi yang banyak, (3) Pembelajaran harus menyenangkan sehingga guru harus memilih metode pembelajaran yang bersifat Joyfull Learning yakni Belajar yang menyenangkan sebagai paradigma baru dalam belajar dan pembelajaran. Karena unsur kegembiraan dalam belajar dapat menjadi penentu kualitas dan kuantitas belajar secara terus menerus (Meier dalam Haryanto, 2006:3).
Dengan penyusunan skenerio pembelajaran yang senantiasa berorientasi pada kegiatan pembelajaran yang menyenangkan maka setidaknya (1) tujuan pembelajatan akan tercapai (2) nilai imtaq maupun budi pekerti juga akan dikuasai (3) pembelajaran yang oleh sebagain orang dikatakan rutinitas tetap akan bernilai ibadah.
Penutup
Pekan efektif fakultatif bukan berarti pekan fakultatif yang bisa digunakan senaknya. Pekan efektif fakultatif hakekatnya adalah tetap sebagai pekan yang efektif. Kebijakan seorang guru sangat menentukan pekan efektif fakultatif sebagai pekan pembelajaran efektif dan bermakna bagi siswa. Kemampuan guru sangat dituntut untuk men-desain pembelajaran seefektif mungkin. Bahkan dengan pekan efektif fakultatif seorang guru dapat melaksanakan tugas sebagai guru sekaligus beribadah dengan ilmu yang bermanfaat bagi siswa dan juga bagi guru di hari akhirat. Selamat bekerja dan beribadah puasa.
BUKU RUJUKAN
Depdiknas. 2003. Mode Pengintegrasian Budi Pekerti ke dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Dirjen Dimenum.
Depag. 1989.Al Quran dan Terjemahannya. Surabaya: Mahkota
Hariyanto. 2006. Pembelajaran Menyenangkan. Solo: CV Andhika
Irsyad D. 1977. Petujuk Jalan Yang Lurus. Surabaya: Darussaggaf
Selengkapnya...
ARTIKEL
Posted in | 0 Comments
ANTARA SUPERVISI KELAS DAN LESSON STUDY
Oleh : Sukir, S.Pd.M.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Bringin Ngawi
Pengantar
Bagi guru kata “Supervisi” merupakan kata yang membuat mules perut, berdebar di
dada dan bahkan pusing kepala. Itu dulu……sekarang sudah tidak lagi. Duloe, ketika ada informasi bahwa akan ada pengawas yang akan melakukan supervisi, semua guru dibuat cemas dan ketakutan sebab seorang pengawas adalah orang yang sangat berwibawa, pandai, dan menguasahi materi, metode, teknik dan pendekatan dalam pembelajaran sehingga kesalahan sekecil apapun (dalam pembelajaran) pasti mengetahuinya. Oleh karena keprofesionalismenya tersebut membuat guru baik yang senior maupun yang yunior menjadi keder. Itu dulu…….sekarang tidak lagi.
Seiring dengan otoda, di mana daerah memiliki kewenangan yang lebih dalam mengelola daerahnya termasuk pendidikan maka salah fungsi pengawas dalam supervisi tidak lagi terdengar. Dan ketika salah satu peran pengawas termasuk kepala sekolah mulai samar itulah kemudian muncul suatu program yang bernama Lesson Study. Namun, akankah lesson study akan menggantikan supervisi kelas sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru atau tidak, tentunya hanya waktu yang akan menjawab.
Persamaan Lesson study dan Supervisi Kelas
Antara keduanya memang tidak bisa dikatakan sama persis tetapi kalau dikatakan identik itu baru mungkin. Dilihat dari pengertiannya, supervisi kelas adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pengawas/kepala sekolah untuk mengawasi, meneliti semua administrasi terkait dengan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran oleh guru di dalam kelas. Semuanya akan diawasi dan dilihat kelemahan dan kekuranganya kemudian akan dilanjutkan pada pemberian nasehat dan masukan positif bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaranya. Sedangkan lesson study adalah suatu model peningkatan mutu pembelajaran melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. Antara keduanya menyiratkan adanya persamaan yakni berupa serangkaian kegiatan yang diarahkan pada upaya menemukan kekurangan dan kelemaham dari seorang guru dalam pembelajaran yang kemudian dilakukan upaya perbaikan sehingga pembelajaran bisa lebih berkualitas. Kedua kegiatan tersebut (supervisi kelas dan lesson study) bermuara pada tercapainya sebuah profesionalisme guru dalam pembelajaran
Perbedaan Lesson study dan Supervisi Kelas
Bagi sebagian guru tentu masih ada yang belum mengenal lesson study karena memang selain bukan berasal dari Indonesia, lesson study itu baru dikenalkan pada sebagian kecil guru saja. Dan perlu diketahui bahwa pada awalnya lesson study, yang dalam bahasa Jepangnya Jugyokenkyu adalah proses pengembangan profesi inti yang dipraktikkan guru-guru di Jepang agar secara berkelanjutan mereka dapat memperbaiki mutu proses pembelajaran. Sedangkan supervisi yang telah kita kenal adalah salah satu tupoksi dari seorang pengawas pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dari seorang guru. Dan kalau kita cermati selain dari pengertian yang memang berbeda, ternyata keduanya memang memiliki prebedaan yang prinsipil, di antaranya:
1. Pelaksana
Supervisi yang kita kenal dilakukan oleh pengawas pendidikan atau kepala sekolah sedangkan lesson study dilakukan oleh teman sejawat dalam satu MGMP (bisa disertai kepala sekolah) dan yang jelas lesson study melibatkan banyak orang (guru, ketua MGMP, atau orang lain yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang sama dengan seorang guru di dalam kelas bahkan bisa melibatkan seorang juru rekam. Dalam supervisi (mungkin) kondisi kelas tidak terpengaruh kehadiran pengawas karena hanya 1 orang sedangkan dalam lesson study yang melibatkan banyak orang maka akan menjadikan suasana pembelajaran yang kaku karena siswa merasa diawasi dalam belajarnya.
Dilihat dari tingkat kompetensi (dalam supervisi ) pengawas atau kepala sekolah tentu memiliki sedikit kekurangan sebab sehebat apaun pengawas tentu memiliki keterbatasan jika harus melakukan supervisi pada guru dengan latar belakang pendidikan yang berbeda dengan dirinya. Misalnya seorang pengawas yang memiliki disiplin ilmu matematika tentu akan kesulitan jika harus melakukan supervisi pada guru bahasa Inggris atau bahasa Jawa atau yang lain (jika tidak mau dikatakan memaksakan diri). Sedangkan dalam lesson study, tim yang melakukan pengamatan terhadap pembelajaran adalah orang-orang yang memiliki kompetensi sama dengan guru di dalam kelas sehingga mereka akan mampu mengatasi kekurangan dalam pembelajaran. Selain itu dalam lesson study dimungkinkan untuk mengambil pakar dari luar (knowledgeable other) untuk memberi masukan secara praktis maupun teoritis untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran.
2. Tahapan
Dalam supervisi kita mengenal 3 tahapan dalam melaksanakannya yakni (a) Tahap sebelum melakukan supervisi kelas dimana pengawas dan kepala sekolah melakukan kesepakatan baik waktu, materi dan perangkat pembelajaran (b) Tahap pelaksanaan supervisi kelas yakni pengawas masuk dan mengamati pembelajaran, (c) Tahap setelah supervisi kelas di antara melakukan refleksi, pembinaan dan tindak lanjut. Sedangkan dalam lesson study juga mengenal tiga tahapan yakni perencanaan (plan), implementasi (do) dan observasi serta refleksi (see) pada suatu mata pelajaran. Perbedaan yang tampak bahwa tahapan supervisi dilakukan oleh pengawas atau kepala sekolah sedangkan dalam lesson study tahapan yang ada direncanakan oleh guru dalam MGMP itu sendiri.
3. Identifikasi Research Theme
Dalam supervisi, research theme (tujuan utama) adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya dalam melaksanakan tugas dalam proses belajar mengajar. Secara khusus research theme supervisi adalah (a). Meningkatkan efektifitas kurikulum sehingga berdayaguna dan berhasil guna, baik dalam proses belajar serta mendukung dimilikinya kemampuan pada diri lulusan (b). Meningkatakan keefektifan sarana dan efisiensi prasarana untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik (c). Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah (d). Meningkatkan kualitas situasi umum. Sedangkan dalam lesson study research theme adalah (a). Mengurangi keterasingan guru (dari komunitasnya) (b). Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya (c). Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan dan urutan materi dalam kurikulum. (d). Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar siswa.(e). Menciptakan terjadinya pertukaran pengetahuan tentang pemahaman berpikir dan belajar siswa (f). Meningkatkan kolaborasi pada sesama guru.
4. Pelaksanakan Research Lessons
Pelaksanaan supervisi diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan oleh pengawas atau kepala sekolah berdasarkan instrument yang telah dipersiapkan, yang dalam hal ini menyangkut kelengkapan administrasi pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran (kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup) yang materi pembelajarannya diserahkan guru. Sedangkan lesson study dilaksanakan dengan cara seorang guru menyusun seluruh perangkat pembelajaran secara lengkap untuk suatu topik tertentu (yang bermasalah) untuk didiskusikan dengan beberapa teman sejawat. Selanjutnya ia tampil sebagai guru model dan teman sejawat melakukan observasi, lalu melakukan refleksi dan tindak lanjut atas pembelajaran yang telah dilakukan.
5. Refleksi dan Tindak Lanjut
Hasil pelaksanaan supervisi biasanya hanya pengawas dan kepala sekolah yang mengetahui. Artinya bagaimana keberhasilan pembelajaran, seorang guru tidak mengetahui. Jika hasilnya baik biasanya tidak banyak komentar yang dilontarkan oleh pengawas sedang jika hasilnya jelek maka tidak hanya masukan yang diberikan melainkan kemarahan. Sebagai tindak lanjut maka dari supervisi seorang pengawas atau kepala sekolah melakukan pembinaan terhadap guru yang bersangkutan..
Sedangkan dalam lesson study setelah pelajaran selesai, tim melakukan debrefing (refleksi) dan para pengamat merefleksi serta membahas pelaksanaan pembelajaran. Hal-hal yang mereka temukan selama pembelajaran didiskusikan dan menjadi masukan berharga bagi guru. Bagi pelaku lesson study pemula, pelaksanaan pembelajaran serta hasil pengamatannya dapat membantu untuk mengetahui kekurangan-kekurangan selama pembelajaran. Menyaksikan pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan segala kekurangan dan kelebihannya dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran baik pada guru maupun anggota tim. Dan dalam tahap refleksi ini, tim bisa mengundang pakar dari luar (knowledgeable other) untuk memberi masukan secara praktis maupun teoritis untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran. Setelah dilakukan revisi, anggota yang lain dari tim itu bisa mengajarkannya di kelas atau sekolah lain.
Sebagai tindak lanjut, dalam supervisi guru hanya diberi masukan untuk memperbaiki baik administrasi maupun pelaksanaan pembelajaran dan biasanya akan berhenti setelah pengawas meninggalkan sekolah karena tidak mungkin seorang pengawas melakukan supervisi lebih dari 1 hari dengan guru yang sama. Sedangkan dalam lesson study, tindak lanjut dilakukan secara berkesinambungan mengingat tim lesson study adalah teman sejawat yang ada dalam satu MGMP sekolah.
Terlepas dari adanya persamaan dan perbedaan, kekurangan dan kelebihannya, sebagai suatu program supervisi kelas dan lesson study jika keduanya dilaksanakan secara professional maka akan mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Supervisi kelas tetap akan bermakna jika dilakukan secara professional dan tidak akan bermakna jika hanya sebagai sarana menakut-nakuti, memarahi dan merendahkan guru. Sedangkan lesson study juga akan bermakna jika dilakukan secara professional dan akan berakhir dengan sia-sia jika hanya dibuat main-main dan sekedar pemanis bibir. Namun sekali lagi, semua akan kembali pada diri kita yakni sejauhmana kita memiliki niat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini. Semoga berguna, amien.
Selengkapnya...
